Gejala dan Cara Mengatasi Saraf Terjepit (HNP)

Apa itu saraf terjepit (HNP)?

HNP adalah singkatan dari Herniasi Nukleus Pulposus (Herniated Nucleus Pulposus) yang artinya suatu penyakit, dimana bantalan lunak diantara ruas-ruas tulang belakang (soft gel disc atau Nucleus Pulposus) mengalami tekanan dan pecah, sehingga terjadi penyempitan dan terjepitnya urat-urat syaraf yang melalui tulang belakang. Keadaan seperti ini dapat mempengaruhi sistem motorik tubuh seperti pergerakan kaki, pengaturan sistem pencernaan, tangan, kulit, sistem urinary, dan masih banyak lagi.
mengatasi saraf terjepit
Image courtesy of BruceBlaus at commons.wikimedia.org

Gejala saraf terjepit (HNP)

Sakit pada lengan atau kaki 
Jika saraf terjepit terjadi di punggung bawah, maka akan merasakan sakit yang paling sering pada bagian bokong, paha, betis, dan kaki. Jika saraf terjepit terjadi pada tulang belakang tepatnya pada leher, nyeri biasanya akan paling sering dirasakan pada bagian bahu dan lengan. Rasa sakit biasanya akan sangat terasa ketika batuk, bersin atau menggerakkan tulang belakang ke posisi tertentu.
Mati rasa atau kesemutan 
Seorang penderita saraf terjepit sering mengalami mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh tertentu, terutama bagian tubuh yang terkait dengan titik saraf yang bermasalah (terjepit).

 

Kelemahan otot
Otot terkait atau yang berhubungan dengan saraf terjepit cenderung melemah dari waktu ke waktu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang lebih mudah terjatuh atau tidak kuat ketika mengangkat suatu beban, terutama beban yang cukup berat. Jika tidak segera di obati dapat menyebabkan kelumpuhan total.

Penyebab saraf terjepit (HNP)

Penyebab tersering saraf terjepit terkait dengan proses penuaan atau keausan yang disebut degenerasi bantalan atau diskus intervertebra. Seiring bertambahnya usia, kadar air pada diskus tulang belakang semakin berkurang. Hal ini menjadi salah satu penyebab tulang belakang tidak fleksibel atau elastis lagi dan akhirnya lebih rentan untuk robek atau pecah.

 

Mengangkat beban berat menggunakan otot punggung atau mengangkat beban dengan cara yang salah, seperti mengangkat beban dengan posisi membungkuk, dapat menyebabkan saraf terjepit di bagian tulang belakang (punggung). Jadi lebih amannya gunakanlah otot paha dan betis saat mengangkat beban yang berat. Selain itu, peristiwa traumatis seperti terjatuh atau terkena pukulan di bagian belakang (punggung) dapat juga menyebabkan saraf terjepit (HNP).

 

Faktor lain yang menyebabkan saraf terjepit (HNP), diantaranya:

 

Obesitas atau kegemukan
Kelebihan berat badan menyebabkan tekanan tinggi pada diskus punggung bawah, hal ini memiliki risiko terjadinya saraf terjepit di punggung bagian bawah atau HNP lumbal.

 

Pekerjaan 
Jenis pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik memiliki risiko lebih besar terhadap masalah punggung. Contohnya mengangkat berulang, menarik, mendorong, membungkuk ke samping dan memutar, dapat juga meningkatkan risiko saraf terjepit.

 

Genetika 
Faktor keturunan juga dapat menjadi salah satu penyebab risiko saraf terjepit (HNP)

Cara mengatasi saraf terjepit (HNP)

Untuk mengatasi masalah saraf terjepit diperlukan kesabaran dan ketelitian cukup tinggi, hal ini karena saraf pada tubuh manusia terdiri dari ribuan bahkan juataan saraf yang tersusun dan saling terhubung satu sama lain serta memiliki fungsi masing-masing pada setiap bagian tubuh. Cara mengatasi saraf terjepit meliputi berbagai macam, diantaranya pengobatan medika atau pemberian obat-obatan, fisioterapi, dan operasi atau pembedahan.

 

Obat saraf terjepit (HNP)
  • Obat nyeri. Contohnya ibuprofen atau naproxen.
  • Narkotika. Jika rasa sakit tidak membaik dengan obat saraf terjepit yang dijual bebas, mungkin dokter akan memberikan resep untuk penggunaan narkotika, seperti kodein atau kombinasi oxycodone-acetaminophen dalam waktu yang singkat.
  • Obat nyeri saraf. Obat-obatan seperti gabapentin, duloxetine, tramadol dan amitriptyline sering digunakan dalam membantu mengurangi rasa sakit akibat kerusakan sel saraf.
  • Pelemas otot. Relaksan otot dapat diresepkan jika terdapat kejang otot.
  • Suntikan kortison. Untuk mengurangi peradangan, kortikosteroid dapat diberikan melalui suntikan langsung ke daerah sekitar saraf tulang belakang.
Terapi saraf terjepit (HNP)
  • Pemberian rangsangan dengan efek panas atau es
  • Traksi secara rutin dan teratur
  • Stimulasi listrik dengan tegangan tertentu

 

Operasi saraf terjepit (HNP)

 

Hanya sebagian penderita saraf terjepit (HNP) yang akhirnya memerlukan proses pembedahan. Dokter mungkin akan menyarankan melakukan operasi jika pengobatan konservatif seperti di atas mengalami kegagalan dalam memperbaiki gejala setelah kurang lebih enam minggu, terutama jika pasien terus mengalami mati rasa atau kelemahan, Kesulitan berdiri atau berjalan, atau Kehilangan kontrol kandung kemih (BAK) atau BAB.

 

Saraf terjepit (HNP) merupakan salah satu masalah serius kesehatan yang perlu kita waspadai. Hal ini terkait dengan betapa pentingnya fungsi sistem saraf dalam tubuh manusia yang hingga saat ini memberikan peran utama dalam mengatur seluruh kegiatan organ tubuh kita. Jika anda mulai memiliki keluhan nyeri pada bagian tubuh tertentu atas gejala penyakit saraf terjepit, seperti nyeri leher atau nyeri punggung bawah yang menjalar ke bagian lengan dan kaki, atau jika hal itu disertai dengan mati rasa, kesemutan atau kelemahan pada bagian tubuh, maka sebaiknya anda konsultasikan ke dokter untuk mendapat kepastian serta pengobatan yang sesuai.

 

[Sumber: Mediskus.com]
Share:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *