10 Nutrisi dan Hormon Penting Untuk Kesehatan Tulang Agar Kuat dan Tidak Rapuh

Nutrisi dan Hormon Penting Untuk Tulang – Tulang merupakan organ penting tubuh yang memiliki berbagai fungsi termasuk perlindungan terhadap organ vital dan sel-sel darah. Fungsi tulang yang paling penting adalah menyediakan dasar yang kokoh yang mana otot dan tendon dapat beroperasi untuk mencapai sebuah gerakan. Tanpa tulang-tulang beberapa organ penting tubuh akan mudah rusak. Oleh karena itu, kesehatan dan kekuatan tulang adalah hal penting yang harus senantiasa dijaga agar memiliki tulang yang kuat dan tidak rapuh.

nutrisi dan hormon
Image courtesy of photostock at freedigitalphotos.net
Untuk menjaga kesehatan tulang agar tidak rapuh dan mudah patah, tubuh kita tentu memerlukan asupan nutrisi tulang dan keseimbangan hormon dalam tubuh yang memang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang. Ketika berbicara mengenai nutrisi dan hormon untuk tulang, hal yang pertama terlintas dalam benak anda mungkin adalah kalsium. Tak dipungkiri, kalsium merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang.
Namun, tidak hanya kalsium yang diperlukan tubuh agar kesehatan tulang tetap terjaga. Tulang juga memerlukan nutrisi dan hormon lain yang tak kalah penting untuk menjaga tulang agar tetap sehat dan kuat. Nutrisi dan hormon lain tersebut akan berfungsi untuk mengoptimalkan penyerapan kalsium oleh tubuh. Tanpa adanya nutrisi dan hormon lain, tubuh tidak akan mampu menyerap kalsium dengan baik. Lalu apa sajakah nutrisi dan hormon penting lainya yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang agar kuat dan tidak rapuh? Silahkan baca selengkapnya daftar nutrisi dan hormon penting dibawah ini.

Baca juga: 5 Gejala Kekurangan Asupan Kalsium Dalam Tubuh

Nutrisi dan Hormon Penting Untuk Kesehatan Tulang

1. Magnesium
Jika mengkonsumsi suplemen kalsium dalam jumlah besar, maka sangat disarankan juga untuk meningkatkan asupan magnesium dalam tubuh. Alasanya, magnesium memiliki fungsi penting untuk memblokir masuknya kalsium ke dalam sel-sel tubuh yang tidak membutuhkannya, dengan demikian kebutuhan kalsium tulang akan tercukupi dengan baik dan lebih maksimal.
2. Vitamin D
Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium yang kemudian disimpan di dalam jaringan tulang. Kekurangan vitamin D pada orang dewasa dapat menyebabkan gangguan tulang osteomalacia (tulang lunak).
Ketika sinar matahari mengenai kulit, maka sinar ultraviolet dari matahari akan membuat kolesterol dalam kulit diubah menjadi vitamin D. Karena itu, mereka yang lebih lama berada dalam ruangan sepanjang hari harus mendapatkan vitamin D dari makanan, misalnya: produk susu yang terfortifikasi, ikan, telur, dan hati.
3. Fosfor
Fosfor adalah salah satu nutrisi penting dalam tubuh yang diperlukan oleh tulang. Tubuh yang kekurangan zat fosfor akan menghambat produksi garam kalsium yang pada akhirnya menyebabkan tulang menjadi lemah.
4. Boron
Boron memiliki fungsi penting dalam proses metabolisme kalsium dan magnesium, serta beberapa hormon yang berhubungan dengan kesehatan tulang. Selain itu, boron juga membantu dalam proses perubahan vitamin D menjadi hormon aktif yang siap bekerja di dalam tubuh. Boron dapat diperoleh dari kacang-kacangan, brokoli, dan buah-buahan seperti anggur, apel, pir, dan peach.
5. Mineral seng
Mineral seng juga merupakan nutrisi penting tulang yang berpengaruh besar dalam proses biokimia vitamin D. Hal ini dapat membantu proses penyerapan kalsium pada tulang berlangsung dengan baik. Tak hanya itu, mineral seng juga dibutuhkan dalam pembentukan osteoblas dan osteoklas, dua sel penting dalam proses regenerasi tulang. Dalam makanan, mineral seng ini terdapat dalam serealia utuh, daging, ayam, unggas, dan polong-polongan.
6. Vitamin B6
Vitamin B6 memiliki peranan penting dalam mencegah osteoporosis, hal ini karena vitamin B6 mampu membantu menurunkan homosistein, senyawa berbahaya di dalam tubuh, yang biasanya meningkat saat wanita memasuki masa menopause, dan salah satu faktor yang mempercepat osteoporosis. Tak hanya itu, vitamin B6 juga berhubungan dengan produksi hormon penting untuk pembentukan tulang, yaitu progesteron.
7. Estrogen
Estrogen memang mencegah proses perombakan tulang oleh osteoklas. Sebuah peneliti menunjukkan bahwa suplemen kalsium mampu menurunkan risiko kejadian patah tulang belakang pada wanita menopause sampai dengan 50%,  sementara pemberian hormon estrogen dan suplemen kalsium secara bersamaan dapat menurunkan angka patah tulang belakang sebesar 82%.
Estrogen sebenarnya bisa diperoleh dari makanan sehari-hari berupa fitoestrogen (komponen dalam tumbuhan yang punya fungsi mirip dengan estrogen). Fitoestrogen ada pada: kedelai dan produk dari kedelai, kacang tanah, oats, jagung, apel, kacang almond, dan alfalfa (sejenis kecambah). Ginseng juga sering digunakan oleh para herbalis sebagai pengganti estrogen. Namun, harus digunakan dengan takaran yang tepat.
8. Progesteron
Pemberian terapi hormon estrogen disarankan tidak dipisahkan dari terapi hormon progesteron. Memang estrogen akan mengurangi perombakan tulang, tapi tidak meningkatkan pembentukan tulang baru. Akibatnya, otot yang sudah tua dan rusak karena kerja fisik, tak diperbaharui. Untuk itulah diperlukan progesteron, hormon yang berperan penting dalam pembentukan tulang baru. Sebuah penilitian diketahui bahwa progesteron akan terikat pada osteoblas, sel yang membuat tulang baru, dan membantu osteoblas menangkal efek negative dari obat-obatan yang mengandung steroid.
9. Mineral tembaga
Asupan Mineral tembaga juga dibutuhkan untuk nutrisi tulang agar kuat dan tidak rapuh. Kekurangan mineral tembaga dapat diatasi dengan mengkonsumsi serealia utuh, kacang-kacangan, jeroan, telur, daging unggas, legume (polong-polongan), dan sayuran berdaun hijau.
10. Vitamin K
Selain penting dalam proses pembekuan darah, ternyata vitamin K juga dibutuhkan dalam pembentukan osteocalcin, salah satu protein tulang yang berfungsi menarik kalsium ke dalam jaringan tulang. Tanpa vitamin K struktur tulang yang terbentuk akan rapuh dan mudah patah. Sumber utama vitamin K adalah sayuran berwarna hijau tua.
Selain hormon dan nutrisi tulang yang telah disebutkan diatas, olahraga secara teratur juga dapat menjadi  salah satu langkah penting untuk mencegah tulang agar tidak rapuh dan mudah patah. Anda dapat memulainya dengan melakukan latihan beban, seperti jalan kaki, jogging, menari, basket, dan aerobic, yang berguna untuk memperkuat tulang dan otot. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi dalam menjaga kesehatan tulang hingga lanjut usia.
Share:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *