Mau Sehat? Puasa Yukk!

Setiap bulan suci ramadhan umat islam diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa. Sebenarnya apakah puasa bermanfaat bagi tubuh? Lalu apakah hubungannya dengan kesehatan?

Puasa merupakan suatu tindakan yang yang didasarkan pada keinginan untuk menjauhkan diri dari makanan, minuman, atau dari keduanya. Puasa biasanya dilakukan atas dasar agama atau spiritual dan aturanya bisa berbeda-beda. Ada yang melakukan puasa hanya makanan saja atau minuman saja, tetapi ada juga yang melakukan keduanya. Ada yang berpuasa dalam waktu lama dan ada juga yang berpuasa secara teratur dalam periode tertentu.

Mau Sehat Puasa Yukk

Apa saja keuntungan yang dapat diperoleh dengan ber puasa?

Baca juga: Fakta Tentang Manfaat Puasa Senin Kamis Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Penurunan Terhadap Berat Badan
Dalam tubuh manusia selalu terjadi pengaturan keseimbangan energi. Energi yang masuk harus sama dengan energi yang keluar. Pengaturan keseimbangan energi ini bertujuan untuk mempertahankan berat badan yang konstan. Ketika berpuasa, kita mendapatkan energi yang lebih kecil dari pada kebutuhan energi tubuh yang bersifat segera. Akibatnya, tubuh harus menggunakan simpanan energi untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, sehingga berat badan berkurang. Selama satu bulan berpuasa, biasanya penurunan berat badan dapat mencapai 4 kilogram.

Risiko Terkena Stroke Berkurang
Berdasarkan sebuah penelitian, aktivitas berpuasa dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak baik HDL (high-density lipoprotein) dan penurunan LDL (low-density lipoprotein atau lemak “jahat”). LDL adalah lipoprotein yang merusak kesehatan.

Penurunan Terhadap Tekanan Darah
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, puasa dapan membantu untuk menurunkannya. Hal ini karena di saat sedang berpuasa kita mengurangi asupan makanan yang masuk kedalam tubuh sehingga jumlah garam yang kita konsumsi juga berkurang. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter dalam penyesuaian dosis untuk pemberian obat.

Pembentukan Sel-Sel Baru Tubuh
Proses pembentukan sel-sel baru dinamakan detoksifikasi. Detoksifikasi merupakan proses yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh manusia. Dalam biomekanisme protektif, toksin dalam tubuh manusia disimpan bersama lemak. Ketika terjadi katabolisme (proses pembongkaran sel), toksin-toksin dikeluarkan kedalam aliran darah bersama dengan penggunaan lemak tubuh sebagai sumber energi. Ketika kita sedang berpuasa, tubuh akan terus menggunakan lemak-lemak yang sudah menumpuk sekaligus mengeluarkan toksin dalam lemak tersebut ke aliran darah.

Risiko Terhadap Diabetes Berkurang
Penyakit diabetes mellitus tipe 2 terjadi akibat hormon insulin kurang sensitif dalam mengontrol gula darah. Dengan berpuasa, sirkulasi hormon insulin dalam darah akan semakin berkurang sehingga kita dapat mencegah diri dari ancaman penyakit berbahaya ini.

Mencegah Terjadinya Penyakit-Penyakit Psikiatri atau Mental
Selama berpuasa, kita juga diwajibkan untuk selalu menahan marah dan sikap-sikap negatif lainnya. Marah dan sikap negatif dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Menurut ilmu kedokteran, ketika kita marah akan terjadi beberapa rangkaian refleks simpatis, yaitu peningkatan hormon katekolamin dalam darah. Hormon katekolamin ini akan menimbulkan sikap siaga yang dapat dirasakan dari terpacunya denyut jantung, otot-otot yang menegang, tekanan darah meningkat, keringat dingin, dan pembuluh darah di otot melebar. Dalam kondisi ini, pembuluh darah viseral (dalam organ) menyempit, napas cepat, dan mata dalam keadaan akomodasi penuh. Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama tentu akan berbahaya bagi kesehatan.

Memperlambat Masa Penuaan
Proses penuaan dapat diperlambat dengan mengurangi asupan kalori dalam tubuh. Selain itu, proses penuaan juga dapat dihindari dengan mengendalikan amarah saat berpuasa.

Memperbaiki Keluhan Maag
Puasa dapat memperbaiki keluhan penyakit maag yang tidak akut. Jika Anda mengalami gejala maag akut, tidak disarankan untuk puasa. Jika keluhan hanya sesekali, maka dengan berpuasa kita akan dibiasakan makan tepat waktu saat sahur dan berbuka sehingga tidak ada keterlambatan makan. Jadwal makan pun menjadi teratur. Anda dapat mengkonsumsi obat maag sebelum makan bila perlu.

Kita pun harus memperhatikan konsumsi makanan pada saat berbuka puasa dan sahur. Setiap hari, manusia membutuhkan lebih dari 800 kilokalori. Kekurangan kalori dapat menyebabkan hipoglikemia (kekurangan glukosa). Hipoglikemia yang semakin parah dapat mengakibatkan kerusakan pada organ otak. Selain itu, jika konsumsi lemak tidak diperhatikan dalam makanan saat berbuka puasa atau sahur, akan terjadi kekurangan lemak dalam tubuh. Hal ini disebabkan  karena tubuh terus menggunakan lemak sebagai sumber energi sampai lemak tersebut benar-benar rendah (2% dari lemak tubuh). Ketika jumlah lemak sudah benar-benar rendah (<2% lemak tubuh), tubuh mulai menggunakan protein yang didapatkan dari otot-otot dan organ-organ. Jika kondisi ini berlangsung, kematian dapat terjadi sewaktu-waktu, bahkan sebelum tubuh menggunakan zat protein dari organ-organ.

Kesehatan organ-organ pencernaan pun harus turut diperhatikan. Segera obati jika Anda mengalami nyeri di ulu hati. Dari sebuah penelitian yang dilakukan di Arab, ditemukan peningkatan angka kejadian perforasi ulkus peptikum setelah bulan Ramadhan. Namun, tidak ada perbedaan khusus antara frekuensi kasus ulkus peptikum sepanjang dan setelah bulan Ramadhan.

Share:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *