Kekurangan Kolesterol Dapat Menyebabkan Depresi

Kekurangan Kolesterol – Kolesterol memegang peranan penting dalam fungsi tubuh. Kolesterol berguna untuk menyusun empedu darah, jaringan otak, serat saraf, hati, ginjal, dan kelenjar adrenalin. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon steroid, yaitu progesteron, estrogen, testosterone, dan kortison. Hormon-hormon tersebut bermanfaat untuk mengatur fungsi dan aktivitas biologis tubuh. Dengan demikian, kadar kolesterol yang sangat rendah di dalam tubuh dapat mengganggu proses menstruasi dan kesuburan, bahkan dapat menyebabkan kemandulan, baik pada pria maupun wanita.

kolesterol

Kolesterol juga merupakan salah satu senyawa penyusun sel otak. Itulah sebabnya otak merupakan bahan pangan sumber kolesterol sehingga banyak dihindari oleh mereka yang sedang berdiet rendah energi. Karena kolesterol banyak terdapat dalam otak, kekurangan kolesterol akan berakibat buruk bagi perkembangan otak, terutama bagi bayi dan anak-anak (balita). Dengan kata lain, kadar kolesterol tubuh yang sangat rendah akan mempengaruhi tingkat kecerdasan pada anak.

Kadar kolesterol yang terlalu rendah, secara tidak langsung dapat menyebabkan orang merasa depresi hingga bunuh diri. Depresi tersebut erat kaitanya dengan kadar serotonin, yaitu senyawa kimia yang sangat diperlukan untuk fungsi otak.

Kolesterol berfungsi untuk membantu membawa serotonin ke otak. Oleh karena itu, jika kadar kolesterol tubuh rendah, serotonin yang sampai ke otak juga sedikit. Serotonin dalam jumlah rendah itulah yang memicu munculnya perasaan depresi, ingin bunuh diri, dan perilaku kasar atau bengis. Meskipun keterkaitan antara kadar kolesterol yang rendah dan depresi telah terbukti, mekanisme tersebut sangatlah tidak mudah untuk di terangkan.

[Gambar dipublikasikan oleh: morguefile.com]

Share:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *