4 Faktor Fisiologis Penyebab Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit kelainan metabolik tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang secara progresif, sehingga kekuatannya menjadi sangat berkurang dan mudah rapuh terhadap berbagai trauma. Bagian tubuh yang sering terkena osteoporosis diantaranya adalah tulang punggung, tulang jari tangan, dan tulang pangkal paha.
penyebab penyakit osteoporosis
Image courtesy of imagerymajestic at freedigitalphotos.net
Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti: merokok, makan makanan junk food, minum minuman beralkohol, dan jarang berolahraga merupakan bagian dari faktor penyebab penyakit osteoporosis. Selain itu beberapa faktor lain juga berperan sebagai penyebab penyakit ini, salah satunya adala faktor fisiologis. Meskipun faktor fisiologis bukan merupakan faktor penyebab utama penyakit osteoporosis, tak ada salahnya jika kita mengetahui dan memahaminya agar dapat meminimalisir risiko penyakit osteoporosis pada diri kita maupun keluarga. Berikut faktor fisiologis penyebab penyakit osteoporosis:

Faktor Fisiologis Penyebab Penyakit Osteoporosis

1. Perubahan Hormon Esterogen.
Osteoporosis bisa terjadi pada pria maupun wanita. Akan tetapi, wanita memiliki peluang empat kali lebih besar mengalami osteoporosis dibandingkan dengan pria, khususnya wanita yang telah mengalami masa menopause. Hubungan erat antara menopause dan osteoporosis terletak pada jumlah hormon esterogen, yaitu suatu hormon seks yang jumlahnya mengalami penurunan setelah masa menopause.
Hormon esterogen memiliki fungsi dalam membantu proses penyerapan kalsium dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Jika didalam tubuh kadar hormon ini berkurang karena proses menopause, jumlah kalsium yang dapat diserap dan disimpan pada tulang akan sangat berkurang. Di lain hal tubuh tetap membutuhkan kalsium setiap harinya untuk melakukan beragam aktivitas sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terpaksa cadangan kalsium yang ada pada tulang diambil sedikit demi sedikit. Akibatnya, perlahan tapi pasti, cadangan kalsium akan semakin menipis sehingga massa tulang berkurang, rapuh, dan mudah patah.

 

2. Bertambahnya Usia.
Dengan bertambahnya usia, secara alami cadangan kalsium dalam tubuh semakin menurun. Pembentukan massa tulang maksimum (peak bone mass)   tercapai pada usia 9 sampai 20 tahun. Jika asupan kalsium tubuh harian tercukupi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, tingkat massa tulang dapat dipertahankan hingga usia 40-an tahun. Setelah periode itu tingkat massa tulang akan turun secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia.

 

Konsumsi jumlah kalsium yang cukup selama masa pertumbuhan dapat menjamin tingkat cadangan kalsium yang tinggi didalam tubuh. Tercapainya massa tulang yang optimum pada masa pertumbuhan akan menunda terjadinya osteoporosis. Cepat atau lambatnya seseorang mengalami osteoporosis bergantung pada kondisi massa tulang saat usia remaja. Oleh sebab itu, saat datangnya osteoporosis tidak sama pada setiap orang.

 

3. Hamil dan Menyusui.
Selama masa kehamilan penyerapan kalsium didalam usus seorang ibu akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi bayi yang dikandungnya. Jika asupan kalsium harian pada ibu rendah, kebutuhan kalsium bayi terpaksa dipenuhi dari cadangan kalsium yang ada pada tulang ibunya.

 

Hal yang sama juga bisa terjadi selama menyusui. ASI diperlukan oleh bayi untuk hidup sehat dan salah satu komponen penting pada ASI adalah kalsium. ASI rata-rata mengandung kalsium sebanyak 300 mg per liter. Jumlah konsumsi kalsium yang dianjurkan selama hamil dan menyusui adalah 1200 mg per hari.

 

Jarak kehamilan yang terlalu dekat tentu akan mempercepat kehilangan kalsium tulang, terutama bagi ibu-ibu yang konsumsi kalsium harianya kurang cukup. Jika kehamilan diatur jaraknya (misalnya 2-3 tahun) diharapkan status kalsium ibu akan kembali normal sebelum hamil dan menyusui berikutnya.

 

4. Sakit pada Hati, Pankreas, dan Usus Kecil.
Berbagai penyakit yang berhubungan dengan fungsi usus kecil, hati, dan pankreas dapat menghambat efisiensi penyerapan kalsium dari makanan. Upaya pendeteksian dan penyembuhan terhadap penyakit-penyakit itu perlu dilakukan untuk memperbaiki status dalam tubuh.

 

Itulah 4 Faktor Fisiologis Penyebab Penyakit Osteoporosis yang perlu Anda ketahui. Mulailah untuk menjalani gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat, dan cukupilah kebutuhan kalsium tubuh harian anda, agar terhindar dari yang namanya penyakit osteoporosis. Terima kasih semoga artikel ini bermanfaat dan dapat mengingatkan Anda semua untuk selalu menjaga kesehatan baik diri sendiri, teman, maupun keluarga.
Share:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *