Penyakit Diabetes Mellitus: 5 Gejalanya Yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Diabetes , sering disebut-sebut oleh dokter sebagai diabetes mellitus atau kencing manis. Sebutan itu menggambarkan sekelompok penyakit metabolik di mana seseorang memiliki kadar gula dalam darah sangat tinggi, baik karena produksi insulin dalam tubuh tidak memadai , atau karena sel-sel tubuh tidak mampu merespon dengan baik terhadap hormon insulin , atau keduanya.

gejala penyakit diabetes
Image courtesy of Rosmarie Voegtli at flickr.com (CC)

Ada tiga jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1, tipe 2, & diabetes gestasional. Meskipun ketiganya masih berhubungan dengan gula darah berlebih, ada perbedaan mendasar yang patut diketahui, mulai dari penyebab, gejala, dan cara pencegahan.

Diabetes tipe 1 lebih dikenal dengan sebutan Juvenile Diabetes.  Jenis diabetes tipe 1 disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi untuk memindahkan glukosa dari dalam darah ke sel-sel yang akan mengolahnya menjadi energi.

Organ pankreas dalam tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Kadar glukosa darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh manusia.

Sedangkan jenis diabetes tipe 2 adalah yang  paling umum terjadi, Sekitar 80% penderita diabetes di Indonesia menderita tipe ini. Diabetes tipe 2 terjadi karena penurunan produksi insulin dalam tubuh sehingga fungsinya tidak maksimal atau tubuh mulai menjadi kurang peka terhadap hormon insulin. Reaksi ini dikenal dengan istilah resistansi terhadap insulin. Biasanya Jenis diabetes tipe 2 ini menyerang orang-orang berusia di atas 40 tahun. Tetapi usia penderitanya akhir-akhir ini bertambah muda. Penyebab umum dari diabetes tipe 2 adalah pola makan yang kurang tepat dan tidak teratur disertai jarangnya aktivitas olahraga.

Selain 2 jenis diabetes tipe 1 & 2 yang umum terjadi, ada juga yang disebut diabetes gestasional. Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang dialami oleh wanita selama masa kehamilan berlangsung. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya kadar glukosa dalam darah selama masa kehamilan. Berdasarkan penelitian,diabetes gestasional hanya menyerang sekitar kurang lebih 4% dari para wanita yang sedang hamil di seluruh dunia. Salah satu faktor yang diyakini sebagai pemicu diabetes gestasional adalah adanya hormon yang dilepaskan oleh plasenta untuk pertumbuhan janin. Hormon tersebut diduga menghalangi kerja dari insulin di dalam sel-sel tubuh wanita hamil. Hal ini menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Artinya, sel-sel dalam tubuh wanita hamil mengalami kesulitan untuk menggunakan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat dan mempengaruhi produksi dari energi di dalam tubuh. Dalam kebanyakan kasus, diabetes gestasional umumnya tidak menimbulkan gejala khas sehingga gejala yang muncul seringkali diabaikan.

Baca juga: Jeruk: Turunkan Risiko Berbagai Jenis Penyakit

Gejala Penyakit Diabetes Mellitus

1. Terlalu sering buang air kecil.
Penderita diabetes mellitus biasanya merasa sering ingin buang air kecil sebagaimana yang tidak dialami oleh kebanyakan orang normal. Hal ini perlu diwaspadai dan coba konsultasikan sedini mungkin pada dokter agar mendapatkan perawatan lebih cepat dan menghindari terjadinya komplikasi yang lebih parah.

2. Cepat haus.
Secara psikologis, penderita diabetes akan meminum air terlalu banyak dan sering karena merasa cepat haus. Hal ini disebabkan penderita diabetes yang terlalu sering buang air kecil sehingga kekurangan cairan dalam tubuh .  Tubuh yang kekurangan cairan akan memberikan respon berupa rasa haus dengan tujuan mengembalikan cairan yang hilang ketika buang air kecil yang terlalu sering.

3. Cepat merasakan lapar.
Selain cepat haus, sering buang air kecil juga memicu penderita diabetes merasa cepat lapar. Hal ini disebabkan terbuangnya gula bersama dengan urin, padahal zat gula juga diperlukan guna menstabilkan kadar gula dalam darah.  Perlu diketahui bahwa gula yang terbuang bersama urin tersebut merupakan bahan dasar energi dan cadangan makanan bagi tubuh.

4. Penurunan berat badan.
Penurunan berat badan secara drastis dalam jangka waktu kurang dari tiga bulan harus perlu diwaspadai sebagai salah satu gejala diabetes. Hal ini di akibatkan rusaknya sel beta pankreas atau resistensi sel terhadap insulin akan memicu malnutrisi pada tubuh, sehingga proses metabolisme tubuh menjadi terhambat yang seharusnya dapat dimanfaatkan tubuh sebagai penghasil energi dan cadangan makanan. Cadangan makanan yang digunakan secara terus menerus tanpa ada suplai cadangan makanan baru maka akan berakibat pada penurunan berat badan.

5. Luka yang tak kunjung sembuh.
Pada pasien penderita penyakit diabetes, apabila mengalami luka, baik luka kecil maupun luka yang besar, biasanya susah sembuh dan cenderung semakin bertambah. Hal ini disebabkan kondisi tubuh yang sedang tidak baik, seperti kelebihan gula darah membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi tidak normal. Semua itu dapat mempengaruhi proses penyembuhan  luka atau memar yang akan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Penderita diabetes haruslah berhati-hati dalam melakukan segala aktivitas.

Share:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *